Pages

Showing posts with label Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Show all posts
Showing posts with label Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah. Show all posts

Tuesday, July 12, 2011

Miokarditis

miokarditisDiagnosis dan Penatalaksanaan Pada Miokarditis

Miokarditis adalah istilah kolektif untuk penyakit inflamasi otot jantung dengan penyebab yang berbeda. Meskipun sejumlah besar miokarditis asimtomatik berlalu, mereka dapat memicu untuk gangguan jantung yang mengancam jiwa irama jantung dan kematian mendadak untuk memimpin. Apakah lapisan jantung (endocardium) dan jantung meliputi (epicardium terpengaruh), ini disebut Pankarditis.

Dasar Kelainan : Peradangan miokardium.

I. Diagnosa Miokarditis

  • Keluhan Pokok
  • Tanda Penting
    • Takikardi
    • Kardomegali (cepat terjadi)
    • Bunyi jantung melemah
    • Irama gallop; Tanda-tanda gagal jantung, terutama gagal jantung kanan.
  • Pemeriksaan Laboratorium
  • Pemeriksaan Khusus
    1. Pemeriksaa EKG: Tidak khas
      • ST-T changes inferior
      • Gangguan konduksi jantung
    2. Foto Toraks: Tidak khas
      • Pembesaran jantung dengan efusi perikard atau pleura.
    3. Ekokardiografi:
      • Pembesaran jantung kiri
      • Dapat di bedakan dengan kardiomiopati hipertrofi dan mitral stenosis.

II. Komplikasi Miokarditis
  1. Gagal jantung kongestif
  2. Aritmi jantung
  3. Gangguan konduksi jantung (Blok total)
  4. Kardiomiopati kongestif/dilated
  5. Efusi pericardial
  6. AV blok total
  7. Trobi kardial

III. Penatalaksanaan Miokarditis
A.Terapi Umum
  1. Istirahat
    • Bed rost total
  2. Diet
  3. Medikamentosa Obat pertama:
    • Pengobatan infeksi
    • Digitalis: hati-hati
    • Kortikostiroid pada kasus berat.
      • Obat alternative : -
B.Terapi Komplikasi
  • Blok total: alat pacu jantung (pacemaker).

IV. Prognosisi Miokarditis
  • Sebagian cepat sembuh cepat, kadang jadi kronis.
  • Prognosis buruk bila:
    1. Umur muda, sering mati mendadak
    2. Bentuk akut fulminan karena virus atau difteri
    3. Miokarditis yang sangat progresif
    4. Bentuk kronis yang berlanjut menjadi kardiomiopati
    5. Penyakit chaga.

Sumber: http://www.infokedokteran.com/info-obat/diagnosis-dan-penatalaksanaan-pada-miokarditis.html


Regurgitasi Katup Aorta (Inkompetensia Aorta, Insuffisiensi Aorta, Aortic Regurgitation)

DEFINISI
Regugitasi Katup Aorta (Inkompetensia Aorta, Insuffisiensi Aorta), Aortic Regurgitation) adalah kebocoran pada katup aorta yang terjadi setiap kali ventrikel mengalami relaksasi.

Katup & ruang jantung

Regurgitasi katup aorta


PENYEBAB
Dulu penyebab utama dari regurgitasi katup aorta di Amerika Utara dan Eropa Barat adalah demam rematik dan sifilis. Sekarang kedua penyakit ini sudah jarang ditemukan karena antibiotik telah digunakan secara luas. Di wilayah lainnya, kerusakan katup akibat demam rematik masih sering terjadi.

Selain demam rematik, penyebab lainnya yang paling sering ditemukan adalah:
- melemahnya katup
- bahan fibrosa akibat degenerasi miksomatous
Degenerasi miksomatous merupakan kelainan jaringan ikat yang diturunkan, yang memperlemah jaringan katup jantung dan membuatnya meregang secara tidak normal dan kadang sobek.
- kelainan bawaan
- infeksi bakteri
- cedera
- faktor lainnya yang tidak diketahui

Sekitar 2% anak laki-laki dan 1% anak perempuan dilahirkan dengan katup berdaun dua yang biasanya berdaun tiga, yang dapat menyebabkan regurgitasi ringan.


GEJALA
Regurgitasi katup aorta yang ringan tidak menimbulkan gejala selain murmur jantung yang khas (setiap kali ventrikel kiri mengalami relaksasi), yang dapat didengar melalui stetoskop .

Pada regurgitasi yang berat, ventrikel kiri mengalirkan sejumlah besar darah, yang menyebabkan pembesaran ventrikel dan akhirnya menjadi gagal jantung. Gagal jantung menyebabkan sesak nafas sewaktu melakukan aktivitas atau sewaktu berbaring telentang, terutama pada malam hari. Duduk tegak memungkinkan dialirkannya cairan dari paru-paru bagian atas sehingga pernafasan kembali normal.

Penderita juga mungkin mengalami palpitasi (jantung berdebar) yang disebabkan oleh kontrasksi yang kuat dari ventrikel yang membesar. Bisa terjadi nyeri dada, terutama pada malam hari.


DIAGNOSA
Diagnosis regurgitasi katup aorta biasanya ditegakkan bila:
- pada pemeriksaan dengan stetoskop terdengar bunyi murmur jantung yang khas
- pada pemeriksaan fisik ditemukan kelainan yang menunjukkan adanya regurgitasi katup aorta (misalnya kelainan denyut nadi tertentu)
- pada rontgen dada ditemukan pembesaran jantung.

Elektrokardiogram dapat menunjukkan perubahan dari irama jantung dan tanda-tanda dari pembesaran ventrikel kiri. Ekokardiografi dapat memberikan gambaran katup yang rusak dan bisa menunjukkan beratnya penyakit.


PENGOBATAN
Untuk mencegah infeksi pada katup jantung yang rusak, setiap sebelum menjalani tindakan gigi atau pembedahan, kepada penderita diberikan antibiotik. Tindakan tersebut juga dilakukan pada regurgitasi katup aorta yang ringan. Jika timbul gejala gagal jantung, harus dilakukan pembedahan sebelum ventrikel kiri mengalami kerusakan yang menetap.

Sebelum pembedahan dilakukan, gagal jantung diobati dengan digoksin dan penghambat ACE, atau obat lain yang melebarkan pembuluh darah dan mengurangi kerja jantung. Biasanya katup akan diganti dengan katup mekanik atau katup yang sebagian dibuat dari katup babi.

Stenosis Katup Pulmoner (Pulmonic Stenosis)


DEFINISI
Stenosis Katup Pulmoner (Pulmonic Stenosis)adalah penyempitan lubang katup pulmoner, yang menyebabkan meningkatnya tahanan terhadap aliran darah dari ventrikel kanan ke arteri pulmonalis.


PENYEBAB
Stenosis katup pulmoner jarang terjadi pada orang dewasa, dan biasanya merupakan suatu kelainan bawaan.

Kelainan Katup Jantung


DEFINISI
Jantung memiliki empat ruangan, 2 ruangan kecil di atas (atrium) dan 2 ruangan besar di bawah (ventrikel). Setiap ventrikel memiliki satu katup masuk searah dan satu katup keluar searah. Katup trikuspidalis membuka dari atrium kanan ke dalam ventrikel kanan, dan katup pulmonalis membuka dari ventrikel kanan ke dalam arteri pulmonalis. Katup mitral membuka dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri, dan katup aorta membuka dari ventrikel kiri ke dalam aorta.

Katup-katup jantung bisa mengalami kelainan fungsi baik karena kebocoran (regurgitasi katup) atau karena kegagalan membuka secara adekuat (stenosis katup). Keduanya dapat mempengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah. Kadang-kadang satu katup mempunyai kedua masalah tersebut.

katup jantung

Beberapa jenis kelainan katup jantung:
  1. Regurgitasi Katup Mittral
  2. Prolaps Katup Mitral
  3. Stenosis Katup Mitral
  4. Regurgitasi Katup Aorta
  5. Stenosis Katup Aorta
  6. Regurgitasi Katup Trikuspidalis
  7. Stenosis Katup Trikuspidalis
  8. Stenosis Katup Pulmoner.

Hipertrofi Kardiomiopati


DEFINISI

Hipertrofi Kardiomiopati (Hypertrophic Cardiomyopathy) merupakan sekumpulan penyakit jantung yang ditandai dengan adanya penebalan pada dinding ventrikel.

Kardiomiopati Hipertrofik


PENYEBAB
Kardiomiopati hipertrofik bisa terjadi sebagai suatu kelainan bawaan. Penyakit ini juga dapat terjadi pada orang dewasa dengan akromegali (terjadi akibat kelebihan hormon pertumbuhan di dalam darah) atau pada penderita hemokromositoma (suatu tumor yang menghasilkan adrenalin). Penderita neurofibromatosis juga bisa mengalami kardiomiopati hipretrofik.

Biasanya setiap penebalan pada dinding otot jantung mencerminkan reaksi otot terhadap peningkatan beban kerja jantung dan penyebab yang khas dari keadaan ini adalah:
- tekanan darah tinggi
- penyempitan katup stenosis (stenosis katup aorta)
- keadaan lainnya yang menyebabkan meningkatnya tahanan aliran darah dari jantung.

Tetapi penderita kardiomiopati hipertrofik tidak memiliki keadaan-keadaan tersebut. Bahkan penebalan pada kardiomiopati hipertrofik biasanya merupakan akibat dari kelainan genetik yang diturunkan.

Jantung menebal dan lebih kaku dari normal dan lebih tahan terisi oleh darah dari paru-paru. Sebagai akibatnya terjadi tekanan balik ke dalam vena-vena paru, yang dapat menyebabkan terkumpulnya cairan di dalam paru-paru, sehingga penderita mengalami sesak nafas yang sifatnya menahun. Penebalan dinding ventrikel juga bisa menyebabkan terhalangnya aliran darah, sehingga mencegah pengisian jantung yang sempurna.


GEJALA
Gejala-gejalanya berupa:
- pingsan
- nyeri dada
- palpitasi yang disebabkan oleh denyut jantung yang tidak beraturan
- gagal jantung yang disertai sesak nafas.

Denyut jantung yang tidak beraturan bisa menyebabkan kematian mendadak.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, seperti terdengarnya suara jantung yang khas pada pemeriksaan dengan stetoskop. Diagnosis biasanya diperkuat dengan pemeriksaan EKG, ekokardiogram atau rontgen dada. Jika akan dilakukan pembedahan mungkin perlu dilakukan kateterisasi jantung untuk mengukur tekanan di dalam jantung.


PENGOBATAN
Pengobatan terutama ditujukan untuk mengurangi tahanan jantung. Pengobatan utama adalah beta-blocker dan penghambat saluran kalsium, diminum sendiri-sendiri atau bersamaan. Pembedahan untuk mengangkat sebagian otot jantung bisa memperbaiki curah jantung, tetapi hanya dilakukan pada penderita yang gejalanya tidak membaik dengan terapi obat. Pembedahan dapat meringankan gejala, tetapi tidak mengurangi risiko kematian.

Sebelum dilakukan tindakan pencabutan gigi atau prosedur bedah, untuk mengurangi resiko infeksi di dalam lapisan jantung (endokarditis infektif), dapat diberikan antibiotik. Sekitar 4% penderita meninggal setiap tahunnya. Kematian biasanya terjadi mendadak. Kematian karena gagal jantung yang menahun lebih jarang terjadi.

Kardiomiopati Restriktif


DEFINISI
Kardiomiopati Restriktif (Restrictive Cardiomyopathy) merupakan sekumpulan kelainan otot jantung dimana dinding ventrikel menjadi kaku, tetapi tidak selalu disertai dengan penebalan dinding ventrikel dan tidak selalu disertai dengan adanya tahanan pengisian darah yang normal. Merupakan bentuk kardiomiopati yang paling jarang terjadi, yang memberikan banyak gambaran yang serupa dengan kardiomiopati hipertrofik.


PENYEBAB
Penyebabnya biasanya tidak diketahui.

Memiliki 2 tipe dasar:
  1. Otot jantung secara bertahap digantikan oleh jaringan parut
  2. Otot jantung disisipi oleh bahan abnormal seperti sel-sel darah putih.
    Penyisipan lainnya bisa disebabkan oleh amiloidosis dan sarkoidosis.
    Jika tubuh terlalu banyak mengandung zat besi, maka zat besi akan terkumpul di dalam otot jantung, seperti yang terjadi pada kelebihan zat besi (hemokromatosis). Penyebabnya mungkin juga tumor yang menyerang jaringan jantung.

Karena jantung menahan/melawan pengisian darah, jumlah darah yang dipompakan akan mencukupi jika penderita dalam keadaan istirahat, tetapi tidak akan mencukupi jika penderita melakukan aktivitas.


GEJALA
Kardiomiopati restriktif menyebabkan gagal jantung yang disertai sesak nafas dan pembengkakan jaringan (edema). Nyeri dada dan pingsan lebih jarang terjadi. Sering ditemukan irama jantung abnormal dan palpitasi (jantung berdebar).


DIAGNOSA
Diagnosis terutama ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, EKG dan ekokardiogram. MRI bisa memberikan keterangan tambahan mengenai struktur jantung. Untuk memastikan diagnosis, biasanya perlu dilakukan kateterisasi jantung untuk mengukur tekanan dan biopsi otot jantung untuk menentukan bahan yang menyusup ke dalam otot jantung.

Kateterisasi Jantung


PENGOBATAN
Sebagian besar pengobatan masih belum memuaskan. Misalnya diuretik, yang biasanya digunakan untuk terapi gagal jantung, dapat menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang masuk ke dalam jantung dan memperburuk keadaan. Obat-obatan yang dalam keadaan normal digunakan dalam gagal jantung untuk mengurangi beban kerja jantung, biasanya tidak akan membantu karena bisa terlalu banyak mengurangi tekanan darah.

Kadang-kadang penyebabnya dapat diobati untuk mencegah bertambah buruknya kerusakan jantung atau bahkan untuk memperbaikinya. Misalnya memindahkan darah dalam selang waktu yang teratur, akan mengurangi pengendapan zat besi pada penderita kelebihan zat besi. Pada penderita yang memiliki sarkoidosis bisa diberikan corticosteroid. Sekitar 70% penderita akan meninggal dalam waktu 5 tahun setelah gejala-gejalanya timbul.

Kardiomiopati


DEFINISI
Peyakit kardiomiopati adalah kelainan progresif yang menyebabkan terjadinya perubahan struktur atau terganggunya fungsi dinding otot pada bilik jantung sebelah bawah (ventrikel).

Terdapat 3 bentuk kardiomiopati:
  1. Kardiomiopati Kongestif Yang Berdilatasi
  2. Kardiomiopati Hipertrofik
  3. Kardiomiopati Restriktif.

PENYEBAB
Penyebab kardiomiopati bisa berbagai penyakit yang telah diketahui atau bisa memiliki penyebab yang tidak diketahui.


GEJALA
Beberapa penderita mungkin tidak mengalami gejala atau tanda kardiomiopati pada tahap awal penyakit kardiomiopati. Tetapi sejalan dengan berkembangnya penyakit kardiomiopati, gejala kardiomiopati dan tanda biasanya muncul.

Tanda atau gejala kardiomiopati biasanya meliputi:
  • Kehabisan nafas sewaktu mengerahkan tenaga atau bahkan sewaktu istirahat.
  • Pembengkakan pada kaki dan pergelangan kaki.
  • Perut kembung berisi air.
  • Merasa lelah.
  • Detak jantung tidak beraturan yang dirasakan cepat, bergetar dan berdebar.
  • Pusing, kepala ringan dan pingsan.
Kardiomiopati jenis apapun bila tidak diobati, gejalanya akan memburuk. Pada penderita tertentu tanda dan gejala kardiomiopati cepat sekali memburuk, sedangkan yang lain tidak memburuk dangan waktu yang lama.


DIAGNOSA
Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik, memeriksa riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, dan menanyakan kapan gejala-gejala Anda muncul, misalnya; apakah olahraga menyebabkan gejala. Jika dokter Anda berpikir Anda mengalami cardiomyopathy, Anda mungkin perlu menjalani beberapa tes untuk mengkonfirmasikan diagnosis.

Tes ini meliputi:
  • Chest X-ray. Apakah gambar jantung Anda akan menunjukkan membesar.
  • Echocardiogram. Ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung. Dokter Anda dapat menggunakan gambar ini untuk memeriksa ukuran jantungmu dan gerakan seperti debar.
  • Elektrokardiogram (EKG). Dalam tes non-invasif ini, elektroda patch melekat pada kulit Anda untuk mengukur impuls listrik dari jantung Anda. EKG dapat menunjukkan gangguan dalam aktivitas listrik jantung Anda, yang dapat mendeteksi irama jantung abnormal dan daerah cedera.
  • Kateterisasi dan biopsi jantung. Dalam prosedur ini, sebuah pipa kecil (kateter) yang dimasukkan di pangkal paha dan melalui pembuluh darah ke jantung, di mana contoh kecil (biopsi) dari hati Anda dapat diekstraksi untuk analisa di laboratorium. Tekanan dalam kamar jantung dapat diukur untuk melihat seberapa kuat memompa darah melalui jantung Anda. Gambar dari arteri jantung dapat diambil selama prosedur (koroner angiogram) untuk memastikan bahwa jantung Anda tidak ada penyumbatan.
  • Cardiac Magnetic Resonance Imaging (MRI). MRI jantung adalah teknik pencitraan yang menggunakan medan magnet dan gelombang radio untuk menciptakan gambaran dari jantung Anda. MRI jantung sering digunakan selain echocardiography, terutama jika gambar dari ekokardiogram Anda tidak membantu dalam membuat diagnosis.
  • Tes darah. Satu tes darah dapat mengukur B-type natriuretic peptide (BNP), sebuah protein yang diproduksi di jantung Anda. Tingkat BNP dalam darah Anda meningkat ketika jantung Anda tertekan karena gagal jantung, komplikasi yang terjadi pada cardiomyopathy.
Berbagai tes darah lainnya dapat dilakukan, termasuk untuk memeriksa fungsi ginjal dan menemukan anemia dan masalah tiroid. Tingkat besi Anda dapat diukur. Memiliki terlalu banyak dapat menunjukkan gangguan kelebihan besi yang disebut hemochromatosis. Zat besi yang terakumulasi terlalu banyak dalam jantung Anda dapat melemahkan otot jantung dan menyebabkan kardiomiopati.


PENCEGAHAN
Dalam kebanyakan kasus, anda tidak dapat mencegah cardiomyopathy. Berritahu dokter Anda jika Anda memiliki riwayat keluarga kondisi. Jika cardiomyopathy didiagnosis dini, pengobatan dapat mencegah penyakit memburuk.

Anda dapat membantu mengurangi kesmungkinan untuk gagal jantung dengan menghindari beberapa kondisi yang dapat berkontribusi pada jantung yang lemah, termasuk penyalahgunaan alkohol atau kokain, atau tidak mendapatkan cukup vitamin dan mineral. Mengendalikan tekanan darah tinggi dengan diet dan olah raga juga mencegah gagal jantung di kemudian hari.

Flebitis Superfisialis


DEFINISI
Flebitis Superfisialis (Tromboflebitis, Flebitis) adalah peradangan dan pembekuan darah di dalam suatu vena superfisial (vena permukaan). Flebitis dapat terjadi di setiap vena tubuh, tetapi paling sering ditemukan di vena tungkai. Biasanya flebitis terjadi pada penderita varises (vena varikosa), tetapi tidak semua penderita varises mengalami flebitis.

Flebitis superfisialis menyebabkan reaksi peradangan akut yang menyebabkan trombus melekat dengan kuat ke dinding vena dan jarang pecah dan terlepas. Vena permukaan tidak memiliki otot di sekitarnya yang bisa menekan dan membebaskan suatu trombus. Karena itu flebitis superfisialis jarang menyebabkan emboli.


PENYEBAB
Peradangan pada vena bisa disebabkan oleh cedera, meskipun cederanya bersifat ringan.


GEJALA
Nyeri yang terlokalisasi, pembengkakan dan kulit yang kemerahan timbul dengan cepat diatas vena dan teraba hangat. Vena teraba seperti kawat keras dibawah kulit karena darah yang membeku; sedangkan pada vena yang normal atau varises, vena teraba lunak. Perabaan yang keras ini bisa menjalar di sepanjang vena.


DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik.


PENGOBATAN
Flebitis superfisialis sering menghilang dengan sendirinya. Untuk mengurangi nyeri bisa diberikan obat pereda nyeri (misalnya Aspirin, ibuprofen). Untuk mempercepat penyembuhan, bisa disuntikkan anestesi (obat bius) lokal, dilakukan pengangkatan trombus dan kemudian pemakaian perban kompresi selama beberapa hari.

Jika terjadi di daerah selangkangan, trombus bisa masuk ke dalam vena dalam dan terlepas. Untuk mencegah hal ini, dianjurkan untuk melakukan pembedahan darurat guna mengikat vena permukaan.

Fistula Arteriovenosa

DEFINISI
Fistula Arteriovenosa adalah suatu saluran abnormal yang berada di antara sebuah arteri dan sebuah vena. Dalam keadaan normal darah mengalir dari arteri menuju kapiler kemudian ke vena. Pada suatu fistula arteriovenosa, darah mengalir langsung dari arteri menuju vena tanpa melewati kapiler.


PENYEBAB
Fistula arteriovenosa bisa merupakan kelainan bawaan (fistula kongenital) atau bisa terjadi sesudah lahir (fistula yang didapat). Fistula arteriovenosa kongenital sangat jarang. Fistula arteriovenosa yang didapat bisa disebabkan oleh berbagai luka yang merusak arteri dan vena yang saling berdekatan, terutama luka tembus karena pisau atau peluru. Fistula bisa terjadi dengan segera atau baru timbul beberapa jam kemudian. Jika darah merembes ke dalam jaringan di sekitarnya, daerah yang terluka segera akan mengalami pembengkakan.

Setiap kali dilakukan. beberapa pengobatan medis (misalnya dialisa ginjal) diperlukan jalan masuk ke pembuluh darah (vena). Penusukan berulang ini menyebabkan vena mengalami peradangan dan bisa menyebabkan terbentuknya bekuan darah, dan pada akhirnya vena akan tersumbat oleh jaringan parut. Untuk menghindari hal tersebut, dengan sengaja dibuat fistula arteriovenosa, biasanya diantara vena dan arteri yang berdekatan di lengan. Tindakan ini akan memperlebar vena, memudahkan masuknya jarum dan mengurangi kemungkinan terbentuknya bekuan darah karena darah mengalir lebih cepat. Fistula kecil ini tidak menimbulkan kelainan jantung dan bisa ditutup jika tidak diperlukan lagi.


GEJALA
Jika fistula arteriovenosa kongenital berada dekat dengan permukaan kulit, maka akan tampak pembengkakan yang berwarna biru kemerahan. Di tempat-tempat yang kentara (misalnya wajah), fistula akan tampak keunguan. Jika fistula arteriovenosa besar yang didapat tidak diobati, sejumlah besar darah akan mengalir di bawah tekanan yang tinggi dari arteri ke vena. Dinding vena tidak cukup kuat untuk menahan tekanan setinggi ini, sehingga dindingnya teregang dan vena melebar serta menonjol (kadang menyerupai varises).

Aliran balik ke jantung yang abnormal melalui jalan pintas arteriovenosa bisa membuat jantung tegang sehingga terjadi gagal jantung. Semakin besar fistula, semakin cepat terjadinya gagal jantung.


DIAGNOSA
Dengan stetoskop yang diletakkan di atas fistula arteriovenosa didapat yang besar, bisa terdengar suara bolak-balik, seperti mesin yang bergerak (murmur mesin). Untuk memperkuat diagnosis dan untuk menentukan luasnya kelainan, dilakukan angiografi. Pada angiografi disuntikkan suatu zat warna ke dalam pembuluh darah dan dilihat pada foto rontgen; zat warna akan menunjukkan pola dari aliran darah.


PENGOBATAN
Fistula arteriovenosa kongenital yang kecil dapat dipotong atau dihancurkan dengan terapi pembekuan dengan laser. Fistula arterivenosa yang didapat dapat diperbaiki melalui pembedahan sesegera mungkin setelah terdiagnosis. Jika fistula sulit dijangkau (misalnya di dalam otak), bisa diobati dengan menyumbat arteri dengan menggunakan teknik penyuntikan yang rumit yang menyebabkan terbentuknya bekuan yang menghentikan aliran darah ke dalam fistula.